Bunyi cetak cetok dari bagian belakang NMAX sering kali muncul tanpa disadari penyebab pastinya. Awalnya terdengar sepele, tapi lama kelamaan justru bikin risih dan berujung spakbor retak atau patah. Padahal, ada solusi sangat sederhana, murah, dan bisa dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasinya tanpa harus ganti spakbor baru.
![]() |
| Solusi Ampuh Atasi Bunyi Cetak-Cetok Spakbor Kolong NMAX Neo S/Turbo |
Masalah bunyi cetak cetok pada spakbor belakang NMAX Neo S, NMAX Turbo, maupun varian Techmax ternyata bukan hal sepele bagi sebagian pemilik motor. Bunyi ini biasanya muncul setelah spakbor digunakan dalam jangka waktu tertentu, terutama jika motor sering melewati jalan berlubang atau tidak rata. Dalam penggunaan harian, suara tersebut terasa mengganggu dan lama kelamaan bisa berujung pada kerusakan fisik spakbor itu sendiri. Retakan hingga patah di beberapa titik menjadi pemandangan yang cukup sering ditemui, khususnya pada spakbor model aftermarket seperti AC Racing yang banyak dipakai karena tampilannya lebih rapi dan mengisi bagian kolong yang terasa kosong.
Sumber utama masalahnya sebenarnya cukup jelas. Shock breaker bawaan Yamaha terkenal cukup keras, lalu dikombinasikan dengan kondisi jalan di Indonesia yang tidak selalu mulus. Akibatnya, spakbor sering terangkat ke atas saat motor menghantam lubang atau polisi tidur. Pada saat itulah bagian atas spakbor membentur bagasi belakang yang sekaligus berfungsi sebagai spakbor internal. Benturan berulang inilah yang menimbulkan bunyi cetak cetok, sekaligus membuat spakbor retak bahkan patah di bagian tertentu. Jika sudah seperti ini, pilihan umumnya hanya dua, diperbaiki dengan lem atau diganti baru jika memang ada dana lebih.
Bagi sebagian orang, keberadaan spakbor tambahan mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh. Tanpa spakbor pun motor masih bisa digunakan normal. Namun bagi yang kurang suka tampilan kolong belakang terlihat kosong, spakbor tetap menjadi aksesori yang rasanya sayang untuk dilepas begitu saja. Karena itulah diperlukan solusi yang lebih konkret agar masalah cetak cetok ini tidak terus berulang, atau setidaknya bisa diperlambat kemunculannya.
Solusi sederhana yang bisa diterapkan adalah menahan agar spakbor tidak terangkat ke atas saat motor menghantam jalan rusak. Caranya cukup praktis dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Setelah spakbor yang retak atau patah diperbaiki terlebih dahulu dengan lem, langkah berikutnya adalah membuat satu lubang kecil pada spakbor. Posisi lubangnya berada tepat di atas dudukan pengait kabel rem belakang. Untuk membuat lubang ini, tidak perlu bor listrik. Cukup gunakan baut tajam seperti baut kayu. Baut tersebut dijepit menggunakan tang, lalu ujungnya dipanaskan di atas api kompor hingga cukup panas. Setelah itu, arahkan ujung baut panas tersebut ke titik yang sudah ditentukan sampai menembus spakbor.
Setelah lubang terbentuk, langkah selanjutnya adalah memasang kabel ties atau kabel tis. Disarankan menggunakan kabel tis berukuran kecil agar tidak terlalu mencolok. Masukkan kabel tis melalui lubang spakbor lalu kaitkan ke dudukan kabel rem belakang. Kencangkan secukupnya, tidak perlu terlalu keras karena justru bisa membuat spakbor kembali patah. Tujuan utamanya adalah menahan spakbor agar tidak terangkat ke atas, bukan menekannya secara berlebihan.
Dengan posisi seperti ini, saat motor melewati jalan bergelombang atau lubang, spakbor akan tertahan oleh kabel tis sehingga tidak menghantam bagian bagasi atas. Dampaknya, bunyi cetak cetok bisa diminimalkan secara signifikan, bahkan dalam beberapa kasus bisa hilang sama sekali. Tekanan yang sebelumnya langsung diterima spakbor juga menjadi lebih terkontrol sehingga risiko retak ulang dapat dikurangi.
Satu hal penting yang sering diabaikan adalah sisa ujung kabel tis. Sebaiknya ujung kabel tis tidak dipotong. Kabel tis yang dipotong biasanya menyisakan bagian tajam dan berisiko melukai tangan saat mencuci atau mengelap motor. Solusinya, ujung kabel tis cukup diputar atau diselipkan ke arah lain, misalnya diarahkan ke bawah atau ke bagian yang tidak sering tersentuh tangan. Dengan cara ini, motor tetap aman saat dibersihkan dan tampilannya juga lebih rapi.
Tips sederhana ini terbukti cukup efektif untuk NMAX Neo S, NMAX Turbo, maupun NMAX Techmax standar yang menggunakan spakbor model serupa. Biayanya sangat minim, pengerjaannya tidak rumit, dan hasilnya terasa langsung saat motor kembali digunakan. Bagi pemilik NMAX yang terganggu dengan bunyi cetak cetok di bagian belakang, cara ini layak dicoba sebelum memutuskan mengganti spakbor dengan yang baru. Selain lebih hemat, solusi ini juga membantu memperpanjang usia spakbor yang sudah terpasang.
